TIPE TESTING
Definisi Testing
Terdapat 4 definisi dari
Testing, yaitu :
1.
Definisi testing menurut Hetzel di tahun 1973, bahwa menurutnya Testing adalah
proses pemantapan akan kinerja program atau sistem sebagaimana yang diharapkan.
2.
Lalu menurut Myers pada tahun 1979 menyatakan bahwa Testing adalah proses
eksekusi program atau sistem secara intens untuk menemukan error.
3.
Pada tahun 1983 melakukan revisi dengan menyatakan bahwa Testing adalah tiap aktivitas yang digunakan
untuk dapat melakukan evaluasi suatu atribut dari sebuah program.
4.
Menurut Standar ANSI/IEEE, Testing adalah proses menganalisa suatu software
untuk menemukan perbedaan antara kondisi yang diinginkan dengan yang tidak
diinginkan dan mengevaluasinya.
Prinsip Testing
Terdapat beberapa prinsip
pada testing, yaitu :
· Testing harus
direncanakan, prinsip ini digunakan agar testing dapat dilakukan dengan rencana
yang matang sehingga hasil yang didapatkan juga maksimal.
·
Testing merupakan
pekerjaan yang kreatif dan sulit.
·
Testing berbasis
pada resiko.
·
Alasan yang
penting diadakannya testing adalah untuk mencegah terjadinya errors.
·
Dan prinsip
lainnya.
Tahapan Testing
Testing adalah tahapan yang sangat penting didalam
proses pembuatan program. Testing dilakukan ketika kode program sudah ditulis.
Testing atau aktifitas untuk menjamin kualitas program dapat dilakukan selama
proses pembuatan program. Terdapat 2 buah tahapan testing, yaitu testing
sebelum implementasi dan testing sesudah implementasi.
-
Testing sebelum
implementasi
Sebelum diimplementasikan, ide/konsep harus ditest. Pre-implementation dilakukan tidak oleh sang programmer atau tim testing, namun oleh tim reviewer yang terdiri dari project manager, klien atau pembangun sistem.
-
Testing setelah
implementasi
Testing
pada sebuah program yang sudah jadi, tekniknya ada 2, yang pertama adalah White
box : logika, kondisi, perulangan, testingnya sebagian atau seluruh bagian
program. Lalu ada teknik Black box : Testing dilakukan tanpa mengetahui
struktur programnya, dilakukan selain programmer, dan program ditesting dengan
cara diinput ke dalam black box dan dicek apakan outputnya sesuai dengan
perintah atau tidak.
Tipe-tipe Testing
-
Volume :
Memfokuskan untuk input yang besar.
-
Usability : Mengukur
reaksi user ( Skala 1 - 10 ).
-
Performance :
Mengukur kecepatan pada beberapa keadaan.
-
Configuration :
Mengkonfigurasi untuk bermacam-macam hadware atau software.
-
Compatibility : Kompabilitas
dengan aplikasi lain (mengukur waktu adaptasi).
-
Relibiality/Availability
: Mengukur ketahanan program pada periode waktu yang lama.
-
Security
-
Resource Usage :
Mengukur penggunaan RAM, ruang disk, dan lainnya.
-
Installabilty : Diinstall
pada bermacam-macam keadaan ( mengukur waktu install ).
-
Recoverabilty : Mengukur
waktu untuk me-recover.
-
Serviceability : Mengukur
waktu service.
-
Load / stress : Untuk
data extreme dan traffic.
Tipe testing lainnya :
-
Regression testing.
-
Penerimaan user/User
Acceptance Testing.
-
Beta testing.
-
Release testing.
-
Dan lainnya.
Tahap-tahap Testing
· UNIT TESTING
Tidak ada standar untuk sesuatu yang dinamakan dengan unit :
Unit testing mengecek kohesi tunggal antara
prosedur atau fungsi dengan prosedur atau fungsi yang lain. Bagian terkecil
dari program ditesting dan dicompile. Sebuah fungsi yang dapat ditulis dalam
suatu waktu tertentu.
·
INTEGRATION
TESTING
Integration
testing adalah proses mengecek masing-masing unit apakah tetep bekerja dengan
baik ketika diintergrasikan.
·
SYSTEM TESTING
Pada
system testing, pengecekan terhadap apakah tetap bekerja dengan baik pada
kondisi normal. Pengecek juga mengecek performance dari sistem, dengan kondisi
tidak normal misalnya dengan cara memasukan jumlah data input yang besar. Pengecek
juga mengecek apakah sistem akan menampilkan pesan yang benar ketika sebuah error
terjadi. Juga mengecek keamanan dari sistem.
Siapa Saja yang Melakukan Testing
ü The Programmer
ü Tim Tester
ü Beta Tester
ü Kostumer
ü Maintainer
ü Dan lainnya
Standart ANSI/IEEE Untuk Test
Dokumentasi
1.
Introduction.
2.
Test Plan : Item
Dalam test, ruang lingkup, pendekatan, resource, jadwal, personil.
3.
Test Design : Item
yang ditest, pendekatan, rencana detail.
4.
Test Case :
Kumpulan input dan event.
5.
Test Procedures : Langkah-langkah
untuk menyeting dan mengeksekusi test case.
6. Test Item Transmittal
Report : Item-item dalam test, lokasi fisik dari hasil orang yang bertanggung
jawab untuk transmitting.
7.
Test Log :
Kronologi record , lokasi fisik dari hasil, nama penguji.
8. Test Incident Report
: Dokumentasi dari setiap event yang terjadi selama test, yang membutuhkan investigasi
lebih lanjut.
9.
Test Summary Report
: Kesimpulan kesimpulan dari semua test yang sudah dilakukan.
Bagian-bagian yang Dilakukan Testing
-
Bagian Statement/Statement
Coverage
-
Bagian Percabangan/Branch
Coverage
- Bagian Kondisi/Condition Coverage
Testing Tools
Testing
bervolume besar biasanya membutuhkan penggunaan tool-tool otomatis, JACOBSON menyarankan
bahwa 75% dari test lebih baik dilakukan secara otomatis dari pada dilakukan secara
manual.
Kemampuan
dari tools otomasi sistem :
- Merekam aksi mouse
dan keyboard untuk memungkinkan pengulangan pemutaran kembali.
-
Jalankan test
script secara berulang-ulang.
-
Memungkinkan untuk
merekam hasil test.
-
Merekam hasil test.
-
Merekam run time
error.
-
Membuat dan
mengatur regression test.
-
Menghasilkan test
report.
-
Menghasilkan test
data.
-
Merekam penggunaan
memory.
-
Mengatur /
mengelola test case.
- Analisa keseluruhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar